Header Ads

Air Show Ethiopia Jadi Pamer Kekuatan Regional

Gelaran Air Show Ethiopia mendadak menjadi sorotan internasional setelah partisipasi aktif Uni Emirat Arab (UAE) dan Maroko. Kedua negara mengerahkan jet tempur canggih ke Addis Ababa untuk merayakan ulang tahun Angkatan Udara Ethiopia.

UAE menurunkan pesawat Dassault Mirage 2000 dan helikopter serang Boeing AH-64 Apache, sementara Maroko menghadirkan F-16 Fighting Falcon, menandakan kapasitas militer yang modern dan terintegrasi.

Partisipasi ini dianggap sebagai pamer kekuatan militer oleh axis UAE-Israel, mengingat hubungan strategis UAE dengan Israel dalam beberapa tahun terakhir.
Analis geopolitik menilai langkah ini tidak sekadar pamer teknologi, tetapi juga menunjukkan soliditas militer dan diplomasi Arab dengan Ethiopia di kawasan Horn of Africa.

Kehadiran negara-negara Arab di pameran ini memunculkan kekhawatiran Mesir, yang selama ini memantau kemampuan Angkatan Udara Ethiopia sebagai ancaman strategis.

Air show ini juga dikaitkan dengan isu RSF di Sudan, mengingat UAE memiliki peran pendanaan dan dukungan logistik terhadap pasukan paramiliter tersebut.

Selain itu, fenomena ini terkait isu pengakuan Israel terhadap Somaliland, yang menambah kompleksitas politik regional dan mengubah keseimbangan kekuatan di Lautan Hindia.

Eksibisi militer ini secara implisit menunjukkan bahwa Ethiopia kini menjadi mitra strategis baru bagi UAE dan sekutu Israel di Afrika Timur.

Sejumlah pengamat menyebut bahwa langkah ini bisa memicu reaksi dari axis lain, khususnya Saudi-Mesir-Somalia, yang mungkin merespons dengan memperkuat kendali kawasan.

Dalam konteks ini, Saudi dan sekutunya bisa memanfaatkan kesempatan untuk memperkuat aliansi pertahanan dengan Somalia dan Yaman.

Beberapa analis juga menyoroti kemungkinan Somalia dan Yaman melakukan air show sendiri dalam waktu dekat, sebagai simbol kesiapan militer regional.

Pameran jet tempur dan helikopter canggih di Ethiopia bukan sekadar simbol, tetapi juga menunjukkan kapasitas logistik, koordinasi udara, dan interoperabilitas antara negara peserta.

Partisipasi Maroko dengan F-16 menegaskan komitmen negara tersebut terhadap keamanan regional dan kerja sama dengan UAE serta Ethiopia.

Selain dampak militer, aksi ini menimbulkan pesan diplomatik yang jelas: Ethiopia menjadi pusat kekuatan militer baru di Afrika Timur, yang didukung oleh sekutu Arab.
Air show ini menjadi tanda bahwa kekuatan regional siap menghadapi dinamika konflik yang melibatkan Ethiopia, Mesir, dan negara-negara Arab lainnya.

Dalam jangka panjang, partisipasi UAE dan Maroko bisa memperluas pengaruh mereka dalam strategi udara dan pertahanan di Horn of Africa.

Bagi Mesir, setiap peningkatan kemampuan udara Ethiopia dipandang sebagai potensi ancaman, terutama terkait pengelolaan Sungai Nil dan persaingan geopolitik.

Air show juga menjadi platform bagi negara-negara peserta untuk memperlihatkan kesiapan teknologi militer modern, termasuk sistem radar, drone, dan persenjataan presisi.

Beberapa pengamat menyatakan bahwa fenomena ini dapat memicu eskalasi simbolik antara axis UAE-Israel dan blok regional yang pro-Saudi, termasuk Mesir dan Somalia.

Dengan meningkatnya aktivitas militer dan diplomasi udara di Ethiopia, Horn of Africa kini menjadi titik panas geopolitik, dengan implikasi signifikan bagi keamanan regional dan internasional.
Pameran ini mengingatkan bahwa konflik di kawasan tidak hanya bersifat darat, tetapi juga melibatkan strategi udara, aliansi diplomatik, dan proyeksi kekuatan militer di Afrika Timur.

Tidak ada komentar